100% Godbless

100% Godbless

Selasa, 21 Desember 2010

Only One Man! (4 Jam Bersama Ucok AKA)





Only One Man! (4 Jam Bersama Ucok AKA) 
Oleh: Asriat Ginting (KPMI, FORMASI, GBC, penikmat musik)  
 
     Semua berawal dari sms Pak Gatot beberapa yang lalu. Isinya singkat saja, khas sms-sms beliau selama ini: Minggu 13 Juli, temu bulanan KPMI menghadirkan Ucok AKA. Gua tadinya memang mengira setelah Achmad Albar dan Ian Antono, gua tak akan datang lagi ke Langsat (karena kesibukan mengajar yang menumpuk justru adanya di Hari Minggu). Tapi ini Ucok AKA bo! Pelantun lagu Shake Me dan Do What You Like yang pada periode 1994-1996 sering mengalun di kantin FSUI sebagai soundtrack pengiring ngobrol dengan teman-teman. Maka, guapun menghubungi Muhammad Farid alias Piet Bhooty alias Crazy Fa, (mantan) manager band gua "dongximen", juga menghubungi sang organis: Farid Rusdi, via sms. Singkat saja, sama seperti sms Pak Gatot tadi. Seperti yang sudah gua sangka, mereka sangat antusias untuk datang.
     Selanjutnya, Pak Gatot membawa rombongan masuk ke ruang dalam Langsat Corner, sementara gua dan teman-teman menunggu di luar. Setelah obrol-obrol sejenak, Pak Gatot meminta gua untuk masuk dan menemani beliau mengobrol dengan Bang Ucok, maka sekalianlah gua meminta 2 kaset yang gua sebut di atas untuk ditanda tangani oleh Bang Ucok. Kaset 20 Golden Hits AKA adalah yang pertama kali ditanda tangani. Bang Ucok sempat tertawa saat melihat dalam kaset tersebut tertera tulisan "RIAT FANS AKA". Memang itu adalah kaset AKA pertama yang gua punya. Beli di satu toko kaset kecil di Blok M Mall (sekarang udah tutup), pada tahun 1994. Dan itu adalah kaset kesayangan yang hampir selalu gua bawa ke kampus untuk diputer di kantin FSUI saat gua dan teman2 bergaple ria. Kaset kedua yang ditandatangani adalah kaset Duo Kribo "Neraka Jahanam" yang side B nya ada lagu2 UHISSGA. Wuah, bener-bener serasa mimpi....

5.Gua sempat menanyakan peristiwa "Jember 1988", dimana saat duel meet Ucok AKA vs SAS group, tali gantungan Bang Ucok putus dan beliau terjatuh dari ketinggian 8 meter dengan kepala di bawah (cerita ini gua ketahui dari seorang sahabat dari Madiun, yaitu Bpk.Elvin Hendratha, yang waktu itu menyaksikan sendiri konser tersebut. Menurut beliau waktu itu berhembus isu cukup santer bahwa Ucok "dikerjai" SAS). Versi Bang Ucok menarik sekali. Beliau menjelaskan bahwa "tahun kembar" adalah tahun sial untuk konser. Tahun 77 beliau jatuh dari tiang gantungan, dan hal ini terulang pada tahun 1988. Sebelum konser, Bang Ucok sudah diwanti2 oleh ayah beliau agar jangan menggunakan tiang gantungan. Tapi apa daya hari itu di panggung telah disiapkan tiang gantungan lengkap, dan media juga terlanjur mengekspos bahwa hari itu "Ucok Akan Digantung!" Maka dengan terpaksa dan hati kebat-kebit, Bang Ucok menampilkan atraksi tersebut. Dan menurut cerita beliau, saat lagu terakhir, ada "keris" yang melayang memotong tali yang mengikat kakinya. Beliau mencoba memohon pada "keris" tersebut agar jangan dipotong tapi terlambat. Tali putus, dan Ucok AKA pun jatuh dengan kepala di bawah. Membentur panggung dulu sebelun terbenam dalam lumpur becek. Seisi stadion langsung senyap dan perlahan2 muncul koor yang mendirikan bulu roma: "Ucok mati... Ucok mati.." Ucok AKA pun segera dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya dibawa ke Banten dan disembuhkan hanya dengan air ludah selama 5 menit.


   Di akhir pertemuan, gua mengucapkan terima kasih pada Bang Ucok karena sudah menginspirasi gua untuk membentuk band yang sampai saat ini masih eksis walaupun nasibnya bagai kerakap tumbuh di karang. Memang band yang bernama dongximen ini selalu memainkan The Doors. Tapi ini tak lain karena tidak adanya sosok yang bisa meniru kegilaan Ucok AKA. Kalau suatu saat sosok tersebut ketemu, bukan tak mungkin dongximen akan menjadi tribute band-nya AKA. Apalagi setiap kali dongximen latihan, jika sudah mulai penat memainkan nomor2 The Doors, Do What You Like, Suez War dan Badai Bulan Desember biasanya jadi pilihan untuk menghilangkan kebosanan. Gua sempat bilang kalau ada satu lagu ciptaan gua yang musiknya udah jadi, tapi belum ada vokalnya, karena gua merasa yang paling pas menyanyikan lagu tersebut adalah Bang Ucok (ini karena inspirasi lagu tersebut adalah dari "Crazy Joe"). Tak lupa gua juga memperkenalkan personil dongximen lain yang waktu itu hadir, yaitu organis Farid Rusdi dan manager band Muhammad Farid (sebenarnya bukan manager sih, lebih tepat disebut inspirator band).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar